NasionalTokoh

Sosok Jabal Nur, Kajari Deli Serdang Yang Berwibawa

ADHYAKSAdigital.com –Jelang 2 (dua) tahun kepemimpinannya Jabal Nur, SH.MH menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Deliserdang, Sumatera Utara, torehan prestasi terus ditunjukkan Kejaksaan Negeri Deliserdang dalam pelayanan dan penegakan hukum bagi masyarakat,stake holder dan Pemerintah Kabupaten Deliserdang.

Torehan prestasi itu antara lain, Kejari Deliserdang dijadikan lokasi pencanangan Rumah Restorative Justice Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Rumah RJ Kejari Deliserdang berada di Pagar Merbau, Kabupaten Deliserdang. Kemudian, Kejari Deliserdang memberikan pendampingan hukum Jaksa Pengacara Negara (JPN) melalui Surat Kuasa Khusus (SKK) terhadap beberapa perusahaan pelat merah dalam penyelamatan aset negara.

Disusul kemudian prestasi lainnya, Kejari Deliserdang melalui bidang intelijen mengawal proyek pembangunan strategis di Kabupaten Deliserdang agar terhindar dari praktik korupsi. Di bidang pidana umum, Kejari Deliserdang berkomitmen menerapkan penegakan hukum keadilan restoratif, khususnya perkara-perkara pidana yang ancaman hukumannya kurang dari lima tahun dan adanya perdamaian bagi pihak yang berperkara.

Sedangkan di bidang pidana khusus, Kejari Deliserdang mengusut berbagai dugaan korupsi di Kabupaten Deliserdang, tidak saja dalam penggunaan anggaran di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Deliserdang, BUMN dan BUMD serta unsur Pemerintah Desa turut dimonitor dalam pengelolaan dan penggunaan anggarannya.

Dibalik torehan prestasi Kejari Deliserdang itu, ada sosok Jabal Nur yang mengkomandoi jajarannya dalam pelayanan dan penegakan hukum Kejari Deliserdang. Sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Deliserdang, Jabal Nur mampu membawa jajarannya bekerja secara profesional, berintegritas dan berhati nurani.

Ditemui di ruangan kerjanya di Kejari Deliserdang, Lubukpakam, Jumat 19 Agustus 2022 lalu, Jabal Nur mengaku selama kepemimpinannya di Kejari Deliserdang banyak mengalami perubahan-perubahan, khususnya dalam pelayanan dan penegakan hukum. Stigma negatif pernah dialamatkan kepada Kejaksaan Negeri Deliserdang. Itu semua tidak terlepas dari perilaku oknum pimpinan dan jaksa di Kejari Deliserdang.

Kini, dibawah kepemimpinan Jabal Nur SH.MH sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Deliserdang dengan 2 (dua) cabang Kejari Labuhan Deli dan Pancurbatu, stigma negatif itu perlahan-lahan pudar. Masyarakat dan Pemkab Deliserdang kini menaruh harapan besar dalam pelayanan dan penegakan hukum Kejari Deliserdang.

“Berat memang untuk membawanya bangkit. Atas konsolidasi dan komitmen bersama seluruh personil, Kejari Deliserdang kini perlahan-lahan mulai memperoleh kepercayaan dari masyarakat, akademisi, media, swasta, Forkompimda dan Pemkab Deliserdang. Optimisme kita membuahkan hasil positif,” ujar Jabal Nur.

Selama kepemimpinannya sebagai Kajari Deliserdang, Jabal Nur terus bergerak melakukan koordinasi dan silaturahmi dengan banyak pihak, antara lain Pemkab Deliserdang, Forkompimda Deliserdang, tokoh masyarakat serta ulama semata-mata agar “Public Trust” terhadap Kejari Deliserdang mendapatkan tempat di semua kalangan.

Jabal Nur mengaku kepemimpinannya selama ini menerapkan sosok pemimpin yang berwibawah. Dengan pemimpin yang berwibawah, dipastikan seluruh unit kerja mampu menjalin kerjasama dan membangun komitmen dalam bekerja. “Sesuai dengan visi dan misi Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kejaksaan hari ini hingga esok adalah lembaga penegakan hukum yang profesional, berintegritas dan berhati nurani. Setiap personil Kejaksaan, pegawai dan jaksa dituntut untuk berkomitmen terhadap visi dan misi tersebut,” sebutnya.

Jabal Nur sebagai Kajari Deliserdang merasa terpanggil untuk ikut andil membantu Pemerintah Kabupaten Deliserdang dalam program pembangunan di Kabupaten Deliserdang. “Kabupaten Deliserdang sebenarnya sangat potensial menjadi daerah yang pembangunannya berkembang pesat dan masyarakatnya sejaterah. Potensi daerahnya sangat mungkin dikembangkan, Deliserdang dengan SDM nya, kesuburan tanahnya, perkebunan dan pertanian yang membentang luas, kemudian pariwisatanya dan potensi lainnya,” kata Jabal Nur.

Alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin Makassar ini mengaku memiliki motto hidup mengalir apa adanya,khususnya capaian karier yang bersangkutan. “Saya selalu berusaha mengadi sebagai pegawai kejaksaan yang profesional dan berintegritas. Amanah institusi dan pimpinan berusaha saya jaga dan rawat, khususnya dalam penempatan jabatan. Dimana pun di tempatkan, saya harus menjalaninya dengan sungguh-sungguh,” ucap Jabal Nur. (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button