Nasional

Gara Gara Ban Motor, Yohan Nababan Pukuli Istri

ADHYAKSAdigital.com –Membangun biduk rumah tangga bagi pasangan suami-istri diperlukan kesiapan mental dan tanggung jawab disertai ibadah berharap berkat dan perlindungan TUHAN YME.

Berbagai tantangan kerap ada muncul, persoalan ekonomi menjadi salah satu penyumbang konflik dalam rumah tangga.

Bila tidak mampu mengendalikan ego dan emosi, rumah tangga bisa berantakan yang ujung-ujungnya konflik berkepanjangan.

Perlu kedewasaan dan perubahan sikap masing-masing pasangan,agar rumah tangga yang dibangun tetap bertahan dengan harapan terwujudnya kebahagiaan dalam berrumah tangga.

Di Binjai Sumatera Utara, biduk rumah tangga Yohan Nababan dengan Mitha Boru Sitanggang hampir berantakan akibat ulah Yohan sang suami.

Apa pasal? Yohan Nababan harus berurusan dengan aparat Kepolisian setempat karena melakukann tindak pidana penganiayaan dan KDRT terhadap istrinya Mitha Boru Sitanggang.

Berawal dari persoalan sepele medio akhir Mei 2022 lalu.Yohan tersulut emosi dan memukul dan menendang Mitha atas sikap istrinya yang dianggap tidak menghargainya sebagai seorang suami dan kurang tanggap atas kondisi yang ada saat itu.

Yohan hendak mengganti ban sepeda motornya dan meminta istrinya untuk menggantikannya dengan ban becak bermotor yang saat itu sedang berada di kediaman mertuanya.

Tidak terima aksi penganiayaan dan KDRT yang dilakukan suaminya, Mitha mengadukan peristiwa itu ke ibu kandungnya, Mesta Boru Sagala.

Tidak terima anak putrinya dianiaya menantunya, Mesta membawa Mitha ke Rumah Sakit Djoelham Binjai untuk di visum.

Dengan hasil visum Mitha melaporkan suaminya Yohan Nababan ke polisi setempat. Penyidik lantas memproses laporannya dan menjadikan Yohan sebagai tersangka KDRT.

Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, berkas perkara atas nama tersangka Yohan Nababan ini pun dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Binjai.

Kepala Seksi Pidana Umum Fatah Chotib Uddin SH.MH bersama tim JPU memeriksa, menelaah berkas tersebut. Selanjutnya dilaporkan kepada pimpinan.

Namun, oleh Kejaksaan Negeri Binjai melakukan upaya perdamaian bagi kedua orang pasangan suami istri itu.

Kepala Kejaksaan Negeri Binjai Muhammad Husein Admaja SH.MH menginisiasi adanya perdamaian antar keduanya dan menawarkan agar persoalan mereka tidak dilanjutkan hingga persidangan di Pengadilan Negeri setempat.

Akhirnya telah tercapai kesepakatan perdamaian tanggal 26 juli 2022 lalu yang ditandatangani masing-masing pihak dengan para saksi dari keluarga dan tokoh masyarakat setempat.

Kajari Binjai Muhammad Husein Admaja bersama dengan tim Jaksa Penuntut Umum Pidana Umum Kejari Binjai mengusulkan penghentian penuntutan perkara itu ke Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Idianto SH.MH guna diteruskan ke Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk persetujuan perkara dihentikan.

Kamis 4 Agustus 2022, JAM Pidum Fadil Zumhana atas nama Jaksa Agung ST Burhanuddin menyetujui usulan penghentian penuntutan yang diajukan Kejari Binjai atas perkara KDRT atas nama tersangka Yohan Nababan yang diduga melanggar Pasal 44 UU No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

“Penegakan hukum humanis Kejari Binjai membuahkan hasil positif, perkara ini akhirnya berujung damai dan dihentikan penuntutannya. Yohan Nababan akhirnya terbebas dari ancaman pidana. Ini semua kita lakukan sebagai implementasi penegakan hukum Kejaksaan RI yang berhati nurani dalam menerapkan keadilan restoratif,” kata Kajari Binjai Muhammad Husein Admaja melalui Kasi Pidum Fatah Chotib kepada Adhyaksadigital.

Kejari Binjai menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) Berdasarkan Keadilan Restoratif dan menyerahkannya kepada Yohan “SKP2 RJ sesuai Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 dan Surat Edaran JAM-Pidum Nomor: 01/E/EJP/02/2022 tanggal 10 Februari 2022 tentang Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif sebagai perwujudan kepastian hukum,” terang Kajari Binjai Muhammad Husein (Felix Sidabutar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button